Pada 28 Maret 2025, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar, menyebabkan kerusakan parah dan dirasakan hingga Thailand. Tragisnya, sebuah gedung 33 lantai yang sedang dibangun di Bangkok runtuh, menewaskan 89 orang dan melukai banyak lainnya. Kejadian ini memicu pertanyaan besar tentang keselamatan konstruksi di wilayah yang jarang mengalami gempa. Artikel ini menganalisis penyebab runtuhnya gedung di Bangkok setelah gempa Myanmar 2025, dengan fokus praktis untuk mahasiswa dan praktisi teknik sipil.
Latar Belakang Gempa dan Dampaknya
Gempa bumi di Myanmar terjadi pada pukul 12:50 waktu setempat, berpusat 17 km dari Mandalay, dengan kedalaman dangkal 6 mil. Menurut [USGS](https://www.npr.org/2025/03/28/nx-s1-5343417/myanmar-thailand-earthquake-bangkok-mandalay), gempa ini diikuti gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo. Getaran terasa hingga Bangkok, menyebabkan kepanikan dan evakuasi massal. Gedung yang runtuh adalah satu-satunya struktur besar di Bangkok yang gagal total, menjadikannya salah satu kegagalan struktural terburuk dalam sejarah Thailand.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Magnitudo | 7,7 |
| Pusat Gempa | Dekat Mandalay, Myanmar |
| Dampak di Bangkok | Runtuhnya gedung 33 lantai |
Profil Gedung yang Runtuh
Gedung tersebut adalah kantor pusat Kantor Pemeriksaan Negara Thailand, berlokasi di Jalan Kamphaeng Phet, dekat Terminal Krung Thep Aphiwat dan Pasar Chatuchak. Dengan tinggi 137 meter dan 33 lantai, gedung ini mulai dibangun pada 2020 dan telah mencapai 30% penyelesaian pada 2025, dengan pemasangan pipa dan dinding kaca sedang berlangsung. Konsorsium antara [Italian-Thai Development](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250401135848-92-1215098/profil-perusahaan-china-bangun-gedung-di-bangkok-runtuh-saat-gempa) dan China Railway No.10 Engineering Group menangani proyek senilai 2,136 miliar baht (63 juta USD).
Analisis Penyebab Runtuhnya Gedung
Berikut adalah faktor-faktor utama yang menyebabkan runtuhnya gedung, berdasarkan penyelidikan awal:
Faktor Geologis dan Seismik
Gempa Myanmar menghasilkan gelombang seismik frekuensi rendah yang mampu menempuh jarak jauh, seperti dijelaskan oleh [The New York Times](https://www.nytimes.com/2025/04/01/science/myanmar-earthquake-bangkok-skyscraper-collapse.html). Ruptur bergerak 5 km/detik, mengarahkan energi ke Bangkok. Tanah lunak di Bangkok memperkuat getaran, meningkatkan risiko kerusakan struktural.
Kualitas Material dan Praktik Konstruksi
Penyelidikan menemukan baja substandar di reruntuhan, seperti dilaporkan oleh [Reuters](https://www.reuters.com/world/asia-pacific/thai-watchdog-had-flagged-concerns-building-that-collapsed-earthquake-2025-03-31/). Kolom bangunan juga lebih sempit dari standar, dan ada dugaan kurangnya balok pendukung. [ABC News](https://www.abc.net.au/news/2025-04-04/beijing-censors-bangkok-building-collapse-in-thailand/105126796) menyebutkan kolom perimeter tengah patah akibat gaya horizontal gempa, memicu keruntuhan progresif.
Kepatuhan terhadap Standar Tahan Gempa
Meskipun Thailand memiliki standar bangunan tahan gempa, kepatuhan pada gedung ini dipertanyakan. [BBC News Indonesia](https://www.bbc.com/indonesia/articles/cpdzqp6xdx2o) menyoroti bahwa desain mungkin tidak memadai untuk menahan gaya lateral gempa, terutama di wilayah yang jarang mengalami aktivitas seismik.
Langkah Pasca Kejadian
Pemerintah Thailand bertindak cepat:
- Membentuk komite ahli untuk menyelidiki penyebab keruntuhan.
- Menahan empat warga China karena mengambil dokumen tanpa izin, seperti dilaporkan [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250401135848-92-1215098/profil-perusahaan-china-bangun-gedung-di-bangkok-runtuh-saat-gempa).
- Melakukan inspeksi bangunan lain di Bangkok, dengan 34 gedung pemerintah berisiko runtuh, menurut [Detik](https://www.detik.com/properti/berita/d-7853997/duh-34-gedung-pemerintah-thailand-berisiko-runtuh-akibat-gempa-myanmar).
| Tindakan | Deskripsi |
|---|---|
| Penyelidikan | Komite ahli dibentuk untuk analisis penyebab. |
| Tindakan Hukum | Penahanan pegawai perusahaan konstruksi. |
| Inspeksi | Evaluasi 3.375 bangunan pemerintah. |
Pelajaran untuk Teknik Sipil
Kejadian ini memberikan pelajaran berharga:
- Material Berkualitas Tinggi: Baja substandar meningkatkan risiko kegagalan struktural.
- Desain Tahan Gempa: Bangunan tinggi harus dirancang untuk gaya lateral, bahkan di daerah non-seismik.
- Pengawasan Ketat: Inspeksi rutin mencegah penyimpangan dari standar konstruksi.
Kesimpulan
Analisis runtuhnya gedung di Bangkok setelah gempa Myanmar 2025 menunjukkan kombinasi faktor geologis, material substandar, dan desain yang tidak memadai. Tragedi ini mendorong Thailand untuk memperketat standar konstruksi dan pengawasan. Bagi praktisi teknik sipil, kejadian ini adalah pengingat untuk memprioritaskan keselamatan dalam setiap proyek.
Jika Anda praktisi, akademisi, atau pelajar teknik sipil, bergabunglah dengan grup WhatsApp [Komunitas Konstruksi Inpetra ID] untuk berdiskusi lebih lanjut.
Referensi
- CNN Indonesia. (2025, 1 April). Profil Perusahaan China Bangun Gedung di Bangkok Runtuh saat Gempa. CNN Indonesia.
- BBC News Indonesia. (2025, 2 April). Apa penyebab gempa Myanmar dan mengapa bisa meruntuhkan bangunan tinggi di Bangkok? BBC Indonesia.
- Wikipedia Indonesia. (2025, 14 April). Gempa bumi Myanmar 2025. Wikipedia Indonesia.
- Detik. (2025, 31 Maret). Berjarak 1.000 Km dari Pusat Gempa Myanmar, Kenapa Gedung Tinggi di Bangkok Runtuh? Detik.
- Merdeka.com. (2025, 28 Maret). Analisis Ahli Gempa BMKG Gempa Dahsyat Myanmar Bisa Runtuhkan Gedung di Thailand. Merdeka.
- The New York Times. (2025, 30 Maret). Bangkok Has New Fears About High-Rise Buildings After Myanmar Earthquake. NY Times.
- Wikipedia English. (2025, 1 Mei). 2025 Bangkok skyscraper collapse. Wikipedia English.
- Reuters. (2025, 31 Maret). Thai watchdog had flagged concerns over building that collapsed in earthquake. Reuters.
- ABC News. (2025, 4 April). Beijing censors Bangkok high-rise collapse, as Chinese company faces investigations in Thailand. ABC News.
- Engineering News-Record. (2025, 3 April). Collapse of 33-Story Bangkok Tower During Earthquake Blamed on Substandard Construction. ENR.




0 Comments