SEJARAH SINGKAT DIBALIK MEGAHNYA TEMBOK BESAR CINA

by | Mar 10, 2021 | Berita Konstruksi | 0 comments

Archives

Recent Comments

Klik Play untuk mendengarkan rangkuman audio dari artikel berikut

 

Sering dimasukkan dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia, Tembok Besar China adalah salah satu monumen paling terkenal di dunia. Tembok yang menembus pedesaan China ini menyimpan banyak cerita dan keunikan yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Tembok Besar China dibangun oleh berbagai kalangan tenaga kerja termasuk tentara, rakyat jelata, dan para kriminal. Pada awal Dinasti Zhou Barat (1046 – 771 SM), beberapa dinding dan menara suar dibangun. Selama Periode Musim Semi dan Musim Gugur (770BC-276BC), Raja Wen dari Negara Bagian Chu memerintahkan untuk membangun Tembok Fangcheng untuk melindungi negaranya.

”Tembok

Tampak Tembok Besar China saat ini (Sumber Gambar : Photo by Diana from Pexels)

Setelah penyatuan Cina pada Dinasti Qin (221 – 207 SM), Qin Shi Huang memerintahkan untuk menghubungkan dan memperluas tembok terpisah dari negara-negara sebelumnya untuk membentuk garis pertahanan militer, Tembok Besar Cina. Banyak kaisar dari dinasti berikutnya juga membangun tembok tersebut, termasuk Dinasti Han (202 SM – 220 M) dan Dinasti Ming (1368 – 1644 M).

 

PRAJURIT, RAKYAT BIASA & PENJAHAT MEMBANGUN TEMBOK BESAR TIONGKOK

”Peta

Peta Pembangunan Tembok Besar China saat 445 BC hingga 1644 AD (Sumber Gambar : wikipedia.org/wiki/Benutzer:Chumwa)

Siapa sajakah yang bekerja untuk membangun Tembok Besar China? Jawabannya adalah Sebagian besar para prajurit. Kaisar Qin Shihuang memerintahkan Jenderal Mengtian untuk memimpin sekitar 300.000 tentara untuk melindungi garis pertahanan dan membangun tembok setelah mengalahkan suku Hun. Proyek ini memakan waktu lebih dari 9 tahun.

Selain para prajurit, Kaisar Qin Shihuang juga memaksa rakyat jelata untuk bergabung dalam pembangunan proyek ini. Ada juga banyak dinasti lain yang melakukan tindakan yang sama. Pada tahun 555, Dinasti Qi Utara (550 – 577), kaisar menggunakan orang biasa untuk membangun tembok dari Xiakou ke Hengzhou, yang panjangnya lebih dari 450 kilometer (280 mil). Pada masa Dinasti Sui (581 – 618 M), para janda juga dipaksa bekerja karena semua tenaga kerja laki-laki telah digunakan.

Jika berbicara mengenai jumlah secara spesifik, jawabannya tidak ada karena pembangunannya memakan waktu selama lebih dari 2.500 tahun. Namun ada banyak perkiraan kasar berdasarkan catatan sejarah seperti; Di Dinasti Qin, Kaisar Qin Shi Huang mengirim sekitar 300.000 tentara dan 500.000 orang biasa ke lokasi konstruksi; beberapa ahli memperkirakan jumlah tersebut setara 20% dari populasi negara, atau yang lebih tepatnya hampir satu juta. Sekitar 100.000 orang dibawa untuk membangun tembok pada tahun 446, selama Dinasti Wei Utara (386 – 534). Pada Dinasti Qi Utara (550 – 577) sebanyak1,8 juta orang dipekerjakan untuk membangung tembok dari Xiakou ke Hengzhou. Tembok Dinasti Sui (581 – 618) di Mongolia Dalam digunakan sekitar satu juta orang.

Para criminal juga dipaksa untuk bekerja sebagai bentuk hukuman untuk mereka. Rambut mereka dicukur dan memakai cincin besi. Pada siang hari, mereka disuruh bergiliran patroli, sedangkan malam harinya mereka bekerja untuk membangun tembok tersebut. Mereka diharuskan bekerja selama 4 tahun menurut hukum Dinasti Qin.

 

ASAL MULA KONSTRUKSI TEMBOK BESAR CINA

 

Suatu ketika, Kaisar Qin Shihuang tertarik dengan semacam necromancy, yang membuatnya menginginkan hidup yang abadi karena menurutnya kerajaannya bisa aman dan kuat apabila ia hidup abadi. Pada saat yang sama, seorang ahli nujum bernama Lusheng secara mendapatkan kepercayaan dari Qin Shihuang. Qin Shihuang menghabiskan banyak upaya untuk mencari obat mujarab, tetapi semua tindakan tersebut sia-sia. Dia meminta Lusheng untuk menemukan tuhan sebagai petunjuk.

Ketika Lusheng kembali, dia membawa sebuah buku yang mencatat bahwa Hun akan mengakhiri Kekaisaran Qin. Qin Shihuang akhirnya menemukan tujuan untuk mengatasi kekesalannya dan dia memerintahkan Jenderal Mengtian untuk menaklukkan Hun. Ketika para prajurit mengalahkan Hun, Qin Shihuang masih sangat khawatir karena Hun tidak memiliki kamp tetap dan keamanan kekaisaran tidak dapat dijamin selamanya. Akibatnya, Qin Shihuang memutuskan untuk meminta para prajurit, rakyat jelata dan penjahat untuk menghubungkan dan memperpanjang tembok negara bagian sebelumnya untuk mempertahankan sekaligus menyerang Hun dengan lebih mudah.

Terlepas dari sejarahnya yang panjang, Tembok Besar Ming seperti yang ada saat ini dibangun terutama pada masa Dinasti Ming (1368-1644). Di bawah tangan penguasa Ming, budaya Cina berkembang pesat, dan pada periode itu terlihat sejumlah besar konstruksi selain Tembok Besar, termasuk jembatan, kuil, dan pagoda. Tembok Ming terbentang dari Sungai Yalu di Provinsi Liaoning ke tepi timur Sungai Taolai di Provinsi Gansu, dan berkelok-kelok dari timur ke barat melalui Liaoning, Hebei, Tianjin, Beijing, Mongolia Dalam, Shanxi, Shaanxi, Ningxia dan sekarang Gansu.

 

TEMBOK BESAR CINA SAAT INI

 

Antara abad ke-18 dan ke-20, Tembok Besar dianggap sebagai simbol fisik, sebagai perwujudan kekuatan Tiongkok sekaligys representasi psikologis dari penghalang yang dipertahankan oleh negara Cina untuk mengusir pengaruh asing atas warganya.

Saat ini, Tembok Besar secara umum diakui sebagai salah satu prestasi arsitektur paling mengesankan dalam sejarah manusia. Pada tahun 1987, UNESCO menetapkan Tembok Besar sebagai situs Warisan Dunia dan setiap harinya menarik ribuan turis nasional dan asing yang datang mengunjungi tempat tersebut.

 

baca juga bedah konstruksi

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Lihat Juga Artikel Lainnya