Rangkuman Buku Structural Engineering Handbook oleh T.Y. Lin (Bagian 1)

by | Dec 31, 2022 | Ilmu Sipil | 0 comments

Archives

Cari Berdasarkan Kategori

Recent Comments

”T.Y.

T.Y. Lin (Sumber Gambar : https://engineering.berkeley.edu/ )

Bagian 1 – Struktur Beton

Bab 1: Dasar-Dasar Rekayasa Struktur

  1. Definisi Rekayasa Struktur dan Tugas-Tugas Insinyur Struktur
    Rekayasa struktur adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang perencanaan, analisis, dan desain struktur yang digunakan untuk mendukung beban dan memastikan stabilitas struktur. Insinyur struktur adalah profesi yang bertugas menganalisis, merancang, dan memantau struktur yang memenuhi syarat keamanan, keandalan, dan kinerja yang diharapkan.
  2. Prinsip-Prinsip Dasar Rekayasa Struktur
    Prinsip beban: struktur harus mampu menahan beban yang akan diterimanya, seperti beban gravitasi, beban angin, dan beban gempa. Prinsip bahan: struktur harus dibuat dari bahan yang sesuai dan memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang akan diterimanya. Prinsip stabilitas: struktur harus memiliki stabilitas yang cukup untuk mencegah runtuhan atau deformasi yang tidak diinginkan.
  3. Dasar-Dasar Mekanika Struktur
    Gaya adalah pengaruh yang diberikan pada struktur yang dapat menyebabkan perubahan bentuk atau pergerakan struktur. Gaya dapat berupa gaya tarik, gaya tekan, gaya geser, atau campuran dari ketiganya. Momen adalah pengaruh yang diberikan pada struktur yang dapat menyebabkan putaran struktur. Momen dapat berupa momen lentur, momen torsi, atau campuran dari keduanya. Deformasi adalah perubahan bentuk yang terjadi pada struktur akibat beban yang diterimanya. Deformasi dapat berupa elongasi, kontraksi, putaran, atau campuran dari ketiganya.
  4. Jenis-Jenis Struktur
    Struktur beton: struktur yang terbuat dari beton yang diberi tulangan baja untuk meningkatkan kekuatannya. Struktur baja: struktur yang terbuat dari profil baja yang dipasang bersama-sama dengan koneksi baja. Struktur kayu: struktur yang terbuat dari kayu yang dipasang bersama-sama dengan koneksi kayu. Struktur komposit: struktur yang terbuat dari kombinasi dua atau lebih jenis material, seperti beton dan baja, atau beton dan kayu.
  5. Dasar-Dasar Analisis Struktural
    Analisis beban: proses menentukan beban yang akan diterima oleh struktur, termasuk beban gravitasi, beban angin, dan beban gempa. Analisis deformasi: proses menentukan deformasi yang terjadi pada struktur akibat beban yang diterimanya. Analisis stabilitas: proses menentukan stabilitas struktur, yaitu kemampuan struktur untuk mencegah runtuhan atau deformasi yang tidak diinginkan.
  6. Standar dan Regulasi Rekayasa Struktur
    Standar dan regulasi rekayasa struktur adalah dokumen yang menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi dalam merancang struktur, termasuk persyaratan tentang bahan yang digunakan, desain yang diperbolehkan, dan metode yang digunakan dalam menganalisis struktur. Standar dan regulasi rekayasa struktur bervariasi di setiap negara atau wilayah, namun ada beberapa standar internasional yang banyak digunakan sebagai acuan dalam rekayasa struktur.
  7. Perangkat Lunak Analisis Struktural
    Perangkat lunak analisis struktural adalah program komputer yang digunakan untuk menganalisis struktur dan membantu dalam proses merancang struktur. Ada banyak perangkat lunak analisis struktural yang tersedia, masing-masing dengan fitur dan kemampuan yang berbeda. Beberapa contoh perangkat lunak analisis struktural yang sering digunakan adalah SAP2000, ETABS, dan STRUDL.

 

Bab 2: Beton Prategang

  1. Definisi dan Prinsip-Prinsip Dasar
    Beton prategang adalah beton yang diberi tulangan baja untuk meningkatkan kekuatannya, namun tidak terdapat tulangan yang bersinggungan dengan permukaan beton. Prinsip dasar beton prategang adalah menggunakan tulangan baja untuk meningkatkan kekuatan tarik beton, sementara kekuatan tekan beton tidak perlu ditingkatkan karena sudah cukup tinggi.
  2. Desain Beton Prategang
    Desain beton prategang meliputi proses menentukan ukuran tulangan baja yang diperlukan, lokasi tulangan baja, dan cara pemasangan tulangan baja. Desain beton prategang harus memperhatikan beban yang akan diterima struktur, sifat-sifat beton dan baja yang digunakan, serta standar dan regulasi yang berlaku.
  3. Kompresi Beton Prategang
    Kompresi beton prategang adalah proses menentukan kekuatan tekan beton prategang yang diperlukan untuk menahan beban yang diterimanya. Kompresi beton prategang dapat dihitung dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan dalam standar dan regulasi yang berlaku.
  4. Tarik Beton Prategang
    Tarik beton prategang adalah proses menentukan kekuatan tarik beton prategang yang diperlukan untuk menahan beban yang diterimanya. Tarik beton prategang dapat dihitung dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan dalam standar dan regulasi yang berlaku.
  5. Pemasangan Tulangan Baja
    Pemasangan tulangan baja harus dilakukan dengan tepat agar struktur dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan tulangan baja antara lain adalah pemilihan jenis tulangan baja yang sesuai, lokasi pemasangan tulangan baja, cara pemasangan tulangan baja, dan jarak antar tulangan baja.
  6. Contoh Aplikasi Beton Prategang
    Bab ini juga mencakup beberapa contoh aplikasi beton prategang, seperti balok beton prategang, kolom beton prategang, dan tiang beton prategang. Contoh aplikasi ini memberikan gambaran tentang cara merancang struktur beton prategang dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan standar yang berlaku.
  7. Penanganan Kesalahan dalam Desain dan Konstruksi
    Bab ini juga membahas beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam desain dan konstruksi struktur beton prategang, serta cara menangani kesalahan tersebut agar struktur tetap aman dan dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Contoh kesalahan yang mungkin terjadi antara lain adalah kesalahan dalam desain tulangan baja, kesalahan dalam pemasangan tulangan baja, dan kesalahan dalam pengerjaan beton.

 

Bab 3: Beton Bertulang

  1. Definisi dan Prinsip-Prinsip Dasar
    Beton bertulang adalah beton yang diberi tulangan baja untuk meningkatkan kekuatannya, dengan tulangan baja yang bersinggungan dengan permukaan beton. Prinsip dasar beton bertulang adalah menggunakan tulangan baja untuk meningkatkan kekuatan tarik dan kekuatan tekan beton, sesuai dengan kebutuhan struktur.
  2. Desain Beton Bertulang
    Desain beton bertulang meliputi proses menentukan ukuran tulangan baja yang diperlukan, lokasi tulangan baja, dan cara pemasangan tulangan baja. Desain beton bertulang harus memperhatikan beban yang akan diterima struktur, sifat-sifat beton dan baja yang digunakan, serta standar dan regulasi yang berlaku.
  3. Kompresi Beton Bertulang
    Kompresi beton bertulang adalah proses menentukan kekuatan tekan beton bertulang yang diperlukan untuk menahan beban yang diterimanya. Kompresi beton bertulang dapat dihitung dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan dalam standar dan regulasi yang berlaku.
  4. Tarik Beton Bertulang
    Tarik beton bertulang adalah proses menentukan kekuatan tarik beton bertulang yang diperlukan untuk menahan beban yang diterimanya. Tarik beton bertulang dapat dihitung dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan dalam standar dan regulasi yang berlaku.
  5. Pemasangan Tulangan Baja
    Pemasangan tulangan baja harus dilakukan dengan tepat agar struktur dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan tulangan baja antara lain adalah pemilihan jenis tulangan baja yang sesuai, lokasi pemasangan tulangan baja, cara pemasangan tulangan baja, dan jarak antar tulangan baja.
  6. Contoh Aplikasi Beton Bertulang
    Bab ini juga mencangkup beberapa contoh aplikasi beton bertulang, seperti balok beton bertulang, kolom beton bertulang, dan tiang beton bertulang. Contoh aplikasi ini memberikan gambaran tentang cara merancang struktur beton bertulang dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan standar yang berlaku.
  7. Penanganan Kesalahan dalam Desain dan Konstruksi
    Bab ini juga membahas beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam desain dan konstruksi struktur beton bertulang, serta cara menangani kesalahan tersebut agar struktur tetap aman dan dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Contoh kesalahan yang mungkin terjadi antara lain adalah kesalahan dalam desain tulangan baja, kesalahan dalam pemasangan tulangan baja, dan kesalahan dalam pengerjaan beton.

 

Bab 4: Beton Baja

  1. Definisi dan Prinsip-Prinsip Dasar
    Beton baja adalah struktur beton yang diberi tulangan baja sebagai bagian dari sistem strukturalnya. Prinsip dasar beton baja adalah menggunakan tulangan baja untuk meningkatkan kekuatan tarik dan kekuatan tekan beton, sesuai dengan kebutuhan struktur.
  2. Desain Beton Baja
    Desain beton baja meliputi proses menentukan ukuran tulangan baja yang diperlukan, lokasi tulangan baja, dan cara pemasangan tulangan baja. Desain beton baja harus memperhatikan beban yang akan diterima struktur, sifat-sifat beton dan baja yang digunakan, serta standar dan regulasi yang berlaku.
  3. Kompresi Beton Baja
    Kompresi beton baja adalah proses menentukan kekuatan tekan beton baja yang diperlukan untuk menahan beban yang diterimanya. Kompresi beton baja dapat dihitung dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan dalam standar dan regulasi yang berlaku.
  4. Tarik Beton Baja
    Tarik beton baja adalah proses menentukan kekuatan tarik beton baja yang diperlukan untuk menahan beban yang diterimanya. Tarik beton baja dapat dihitung dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan dalam standar dan regulasi yang berlaku.
  5. Pemasangan Tulangan Baja
    Pemasangan tulangan baja harus dilakukan dengan tepat agar struktur dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan tulangan baja antara lain adalah pemilihan jenis tulangan baja yang sesuai, lokasi pemasangan tulangan baja, cara pemasangan tulangan baja, dan jarak antar tulangan baja.
  6. Contoh Aplikasi Beton Baja
    Bab ini juga mencakup beberapa contoh aplikasi beton baja, seperti gedung bertingkat tinggi, jembatan, dan bangunan industri. Contoh aplikasi ini memberikan gambaran tentang cara merancang struktur beton baja dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan standar yang berlaku.
  7. Penanganan Kesalahan dalam Desain dan Konstruksi
    Bab ini juga membahas beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam desain dan konstruksi struktur beton baja, serta cara menangani kesalahan tersebut agar struktur tetap aman dan dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Contoh kesalahan yang mungkin terjadi antara lain adalah kesalahan dalam desain tulangan baja, kesalahan dalam pemasangan tulangan baja, dan kesalahan dalam pengerjaan beton.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Lihat Juga Artikel Lainnya