PENTINGNYA MEMAHAMI K3 DALAM PENGERJAAN PROYEK KONSTRUKSI

by | Aug 1, 2021 | Ilmu Sipil | 0 comments

Archives

Cari Berdasarkan Kategori

Recent Comments

Klik Play untuk mendengarkan rangkuman audio dari artikel berikut

[player id=’9698′]

 

Tingginya angka kecelakaan yang terjadi di bidang konstruksi membuat Keselamatan dan Kesehatan Kerja, atau yang selanjutnya disebut K3, menjadi isu yang sangat penting bagi stakeholders untuk menjaga sumber daya manusia. Menanggapi situasi ini sering terjadi kecelakaan dalam konstruksi, yang menjadikannya industri yang tidak aman membuat K3 menjadi prioritas. Dalam dunia konstruksi, para pekerja melakukan beragam aktivitas, dengan risiko tertentu. Meskipun merupakan hal yang biasa saja jika Anda melihat pekerja konstruksi bekerja diatas ketinggian, namun sebenarnya hal ini berbahaya. Oleh karena itu para para pekerja konstruksi harus memperhatikan keselamatannya dengan mengikuti protokol yang berlaku.

”Pentingnya

Ilustrasi Alat Pelindung Diri(Sumber Gambar : Photo by David Rock Design from Pixabay)

K3 adalah bidang yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan tempat kerja, kebijakan dan program yang memastikan kesejahteraan mental, fisik, dan emosional karyawan, serta menjaga lingkungan tempat kerja relatif bebas dari potensi bahaya yang dapat melukai karyawan. Oleh karena itu, dalam proyek konstruksi harus ada kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja yang mencakup hal-hal seperti pelatihan protokol keselamatan semua karyawan, adanya pengawasan pada pekerja yang mengoperasikan alat-alat berat seperti scaffolder atau crane dan lain sebagainya. Intinya adalah menerapkan metode atau sistem kerja yang aman

MENGAPA MENJAGA KESELAMATAN DI LOKASI KONSTRUKSI MERUPAKAN HAL YANG PENTING?

Anda mungkin bertanya pada diri sendiri, apa itu keselamatan dalam industri konstruksi? Apakah penting? Singkatnya, pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan yang berbahaya. Oleh karena itu, industri konstruksi diatur oleh peraturan kesehatan dan keselamatan yang ketat. Dengan manajemen yang tepat untuk mencegah seluruh karyawan terhindar dari bahaya di lokasi konstruksi, pemberi kerja dan pekerja dapat meminimalkan risiko di tempat kerja, dan pastinya proyek konstruksi akan berjalan dengan lancar.

PENTINGNYA MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI DI LOKASI PROYEK KONSTRUKSI

(Sumber Gambar : Photo by Kindel Media from Pexels)

Semua pekerja konstruksi membutuhkan alat pelindung diri (APD) mereka masing-masing. Peralatan pelindung yang dimaksudkan adalah pakaian dan perlengkapannya. Peralatan pelindung ini perlu disimpan dengan benar jika tidak digunakan, dan diperiksa secara teratur untuk memastikannya dalam keadaan baik. Berikut alat pelindung diri yang harus disediakan di semua lokasi konstruksi:

  • Helm: Harus disediakan di lokasi dan dikenakan setiap saat,
  • Kacamata Safety: Melindungi mata dari kotoran yang jatuh dari ketinggian,
  • Rompi dengan visibilitas tinggi: Mengidentifikasi pekerja,
  • Sarung tangan: Lindungi pekerja dari luka dan goresan biasa,
  • Pakaian yang tepat: Pakaian harus sesuai untuk pekerjaan yang dilakukan di dalam atau di luar ruangan, dan sesuai musim,
  • Alas kaki: Sepatu khusus untuk tehindar dari bahaya tergelincir,
  • Selain yang disebutkan di atas, Anda mungkin memerlukan alat pelindung tambahan untuk aktivitas konstruksi spesifik, seperti pelindung pendengaran dan pelindung wajah.

PERATURAN SEDERHANA DALAM DUNIA KONSTRUKSI

Berikut 10 aturan keselamatan lokasi konstruksi sederhana untuk menjaga diri Anda, dan orang lain, agar tetap aman.

  1. Kenakan APD Anda setiap saat
  2. Jangan mulai bekerja tanpa induksi
    Induksi adalah persyaratan hukum di setiap lokasi konstruksi yang Anda kerjakan, yang memberitahu Anda ke mana harus masuk, ke mana harus pergi, apa yang harus dilakukan, dan apa yang harus dihindari. Jangan mulai bekerja tanpa induksi.
  3. Jaga situs proyek Anda agar tetap rapi dan terkontrol
    Pekerjaan konstruksi identik dengan kata ‘berantakan’. Ingatlah untuk menjaga area kerja Anda tetap rapi selama shift Anda untuk mengurangi jumlah bahaya terpeleset dan tersandung.
  4. Jangan menempatkan diri Anda atau orang lain dalam risiko
    Anda bertanggung jawab atas perilaku Anda sendiri. Lokasi konstruksi adalah tempat yang berbahaya untuk bekerja. Pastikan Anda tetap waspada terhadap keselamatan selama giliran kerja Anda.
  5. Ikuti tanda dan prosedur keselamatan
    Patuhi rambu dan prosedur keselamatan konstruksi. Pastikan semuanya sudah ada dan berfungsi sebelum Anda mulai.
  6. Jangan pernah bekerja di area yang tidak aman
    Pastikan area kerja Anda aman. Perhatikan atau cek sekeliling Anda. Jangan bekerja di ketinggian tanpa pagar pengaman
  7. Laporkan jika nyaris celaka
    Jika Anda melihat ada masalah, jangan abaikan, segera laporkan ke supervisor Anda. Semakin cepat masalah diatasi, semakin kecil kemungkinan terjadinya kecelakaan.
  8. Jangan pernah merusak peralatan
    Jika ada peralatan yang tidak berfungsi, atau tidak beres, ikuti aturan nomor 7 dan laporkan segera ke pihak yang bertanggungjawab. Jangan mencoba dan memaksakan alat tersebut untuk bekerja, atau mengubah sesuatu, kecuali Anda adalah orang yang terlatih dan tahu persis apa yang dilakukan.
  9. Gunakan peralatan yang tepat
    Menggunakan alat yang tepat untuk pekerjaan lebih cepat, dan yang terpenting, lebih aman. Periksa peralatan secara apakah dalam kondisi baik dan aman digunakan atau tidak sebelum Anda mulai.
  10. Jika ragu, bertanyalah!
    Tidak yakin apa yang harus dilakukan? Atau bagaimana melakukan sesuatu dengan aman? Atau menurut Anda ada sesuatu yang salah? Berhenti bekerja, dan bertanyalah. Lebih baik aman daripada menyesal. Kesalahan di lokasi konstruksi dapat merenggut nyawa, dan jangan biarakan itu terjadi

(Sumber Gambar : Photo by Kindel Media from Pexels)

PELATIHAN DIBERIKAN PADA PEKERJA

Sebagai bagian dari kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pemberi kerja diwajibkan untuk memberikan pelatihan keselamatan kepada pekerja bangunan dan konstruksi. Carilah kursus yang mencakup komponen atau modul pelatihan K3. Kursus ini mengajarkan Anda tentang sistem dan proses kesehatan dan keselamatan (K3) pekerja, cara melakukan evaluasi dan praktik keselamatan. Dan terakhir, Anda akan belajar bagaimana menanggapi keadaan darurat.

Sekian penjelasan mengapa penting untuk memahami K3 dalam pengerjaan proyek konstruksi. Industri konstruksi adalah salah satunya industri utama dunia yang berperan dalam pembangunan kembali daerah yang rusak baik oleh alam maupun bencana buatan manusia, dan dalam menyediakan tenaga, layanan dan komunikasi untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat. Setiap harinya, para pekerja konstruksi dihadapkan pada tekanan besar untuk memenuhi deadline. Meskipun dalam pelaksanaannya mekanisasi konstruksi tetap menjadi prioritas yang utama amun, ada harga yang harus dibayar yaitu kemungkinan kecelakaan yang terjadi.

Meskipun Anda dikejar oleh waktu, Anda harus selalupastikan bahwa semua aspek kesehatan dan keselamatan telah dipertimbangkan sebelum Anda menginjakkan kaki di lokasi konstruksi. Ingat, kesehatan dan keselamatan dalam konstruksi sangat penting karena industri rentan terhadap situasi berbahaya dan sewaktu-waktu dapat berbahaya.

 

baca juga ilmu sipil

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Lihat Juga Artikel Lainnya