MENELUSURI KONDISI SCOUR JEMBATAN: TINJAUAN TERHADAP PENELITIAN TERBARU

by | Jan 18, 2023 | Ilmu Sipil | 0 comments

Archives

Cari Berdasarkan Kategori

Recent Comments

Klik Play untuk mendengarkan rangkuman audio dari artikel terkait scouring pada jembatan

[player id=’9751′]

 

PENDAHULUAN TERKAIT SCOURING PADA JEMBATAN

Scour merupakan proses erosi yang terjadi di sekitar jembatan yang disebabkan oleh aliran air. Proses ini dapat menyebabkan kerusakan pada struktur jembatan dan dapat menyebabkan kegagalan jembatan dalam kondisi ekstrim. Karena pentingnya peran jembatan dalam sistem transportasi, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh scour terhadap kondisi jembatan dan bagaimana cara mengatasinya.

scouring pada jembatan

Tipe scouring pada jembatan (Sumber Gambar : Sreedhara B M, Manu Manu, Pruthviraj U researchgate.net)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hasil penelitian terbaru yang membahas masalah scour pada jembatan dan untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah tinjauan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil penelitian yang ditinjau adalah: – Arneson LA, Zevenbergen LW, Lagasse PF, Clopper PE. HEC-18 evaluating scour at bridges. 5th ed. 2012. pp. 1e340. – Avent RR, Alawady M. Bridge scour and substructure deterioration: case study. Journal of Bridge Engineering 2005;10(3):247e54. – Bolduc LC, Gardoni P, Briaud JL. Probability of exceedance estimates for scour depth around bridge piers. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering 2008;134(2):175e84. – De Falco F, Mele R. The monitoring of bridges for scour by sonar and sedimetri. NDT&E International 2002;35(2):117e23. – Elsaid A, Seracino R. Rapid assessment of foundation scour using the dynamic features of bridge superstructure. Construction and Building Materials 2014;50: 42e9.

 

TINJAUAN TERHADAP PENELITIAN TERBARU (1)

  1. Hasil penelitian Arneson et al. (2012) mengenai evaluasi scour pada jembatan dengan menggunakan HEC-18 Dalam penelitian ini, Arneson dkk. menggunakan metode HEC-18 untuk mengevaluasi scour pada jembatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode HEC-18 dapat digunakan untuk mengestimasi kedalaman scour yang terjadi pada jembatan. Selain itu, hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti debit aliran air, ketinggian jembatan, dan kondisi substrat dapat mempengaruhi besarnya scour yang terjadi pada jembatan.
  2. Hasil penelitian Avent dan Alawady (2005) mengenai pengaruh scour terhadap kerusakan substruktur jembatan dalam konteks studi kasus Dalam penelitian ini, Avent dan Alawady melakukan studi kasus untuk mengetahui pengaruh scour terhadap kerusakan substruktur jembatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa scour dapat menyebabkan kerusakan substruktur jembatan seperti kerusakan pada fondasi dan kolom. Selain itu, hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa pencegahan scour dapat dilakukan dengan cara-cara seperti penambahan pasir pada area sekitar jembatan dan penambahan perisai pada tiang jembatan.

TINJAUAN TERHADAP PENELITIAN TERBARU (2)

  1. Hasil penelitian Bolduc et al. (2008) mengenai perhitungan probabilitas scour depth pada tiang jembatan Dalam penelitian ini, Bolduc dkk. menghitung probabilitas scour depth pada tiang jembatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa probabilitas scour depth dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan. Selain itu, hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti debit aliran air, ketinggian jembatan, dan kondisi substrat dapat mempengaruhi probabilitas scour depth yang terjadi pada jembatan.
  2. Hasil penelitian De Falco dan Mele (2002) mengenai monitoring scour pada jembatan dengan menggunakan sonar dan sedimetri Dalam penelitian ini, De Falco dan Mele menggunakan sonar dan sedimetri untuk monitoring scour pada jembatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sonar dan sedimetri dapat digunakan sebagai metode yang efektif dalam monitoring scour pada jembatan. Dengan menggunakan sonar, dapat diukur kedalaman scour yang terjadi pada jembatan, sementara dengan menggunakan sedimetri, dapat diukur jumlah sediment yang terakumulasi di sekitar jembatan. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi dari kedua metode ini dapat memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai scour pada jembatan.
  3. Hasil penelitian Elsaid dan Seracino (2014) mengenai evaluasi cepat scour pada pondasi jembatan dengan menggunakan fitur dinamik dari superstruktur jembatan Dalam penelitian ini, Elsaid dan Seracino menggunakan fitur dinamik dari superstruktur jembatan untuk mengevaluasi cepat scour pada pondasi jembatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fitur dinamik dari superstruktur jembatan dapat digunakan sebagai indikator scour pada pondasi jembatan. Dengan menganalisis fitur dinamik dari superstruktur jembatan, dapat diidentifikasi tingkat scour pada pondasi jembatan dan dapat dilakukan tindakan preventif untuk mencegah kerusakan pada jembatan.

 

ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL TERKAIT SCOURING PADA JEMBATAN

ANALISIS TERHADAP HASIL PENELITIAN TERBARU

Hasil dari penelitian-penelitian yang ditinjau dalam artikel ini menunjukkan bahwa scour merupakan masalah yang penting dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan. Penelitian-penelitian yang ditinjau menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti debit aliran air, ketinggian jembatan, dan kondisi substrat dapat mempengaruhi scour yang terjadi pada jembatan. Selain itu, hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa metode seperti HEC-18, probabilitas scour depth, sonar dan sedimetri, dan fitur dinamik superstruktur jembatan dapat digunakan untuk mengestimasi dan monitoring scour pada jembatan.

 

INTERPRETASI TERHADAP HASIL PENELITIAN TERBARU

Dari hasil penelitian terbaru yang ditinjau dalam artikel ini dapat ditarik kesimpulan bahwa scour merupakan masalah yang penting dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan. Faktor-faktor seperti debit aliran air, ketinggian jembatan, dan kondisi substrat merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam mengestimasi scour pada jembatan. Beberapa metode yang dikembangkan dalam penelitian terbaru seperti HEC-18, probabilitas scour depth, sonar dan sedimetri, dan fitur dinamik superstruktur jembatan dapat digunakan untuk mengestimasi dan monitoring scour pada jembatan. Ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan untuk mengurangi risiko kerusakan yang dapat disebabkan oleh scour.

 

IMPLIKASI DARI HASIL PENELITIAN TERBARU

Hasil dari penelitian terbaru menunjukkan bahwa scour merupakan masalah yang penting dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan. Hal ini menyarankan bahwa pengembangan metode yang lebih efektif dalam mengestimasi dan monitoring scour perlu dilakukan. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi scour perlu diperhitungkan dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan. Ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan yang dapat disebabkan oleh scour.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Hasil dari penelitian-penelitian yang ditinjau dalam artikel ini menunjukkan bahwa scour merupakan masalah yang penting dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan. Faktor-faktor seperti debit aliran air, ketinggian jembatan, dan kondisi substrat mempengaruhi scour yang terjadi pada jembatan. Selain itu, hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa metode seperti HEC-18, probabilitas scour depth, sonar dan sedimetri, dan fitur dinamik superstruktur jembatan dapat digunakan untuk mengestimasi dan monitoring scour pada jembatan.

Penelitian selanjutnya perlu dilakukan untuk mengembangkan metode yang lebih efektif dalam mengestimasi dan monitoring scour pada jembatan. Selain itu, penelitian juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh faktor-faktor lain seperti kondisi geologi dan kondisi iklim terhadap scour pada jembatan.

 

IMPLIKASI DARI HASIL PENELITIAN BAGI PENGELOLAAN JEMBATAN

Hasil dari penelitian terbaru menunjukkan bahwa scour merupakan masalah yang penting dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan. Oleh karena itu, dalam perencanaan dan pengelolaan jembatan perlu diperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi scour seperti debit aliran air, ketinggian jembatan, dan kondisi substrat. Selain itu, dalam pengelolaan jembatan juga perlu dilakukan monitoring scour secara berkala dengan menggunakan metode yang tersedia seperti HEC-18, probabilitas scour depth, sonar dan sedimetri, dan fitur dinamik superstruktur jembatan. Hal ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi masalah scour pada jembatan sejak dini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan yang disebabkan oleh scour.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Arneson, L.A., Zevenbergen, L.W., Lagasse, P.F., & Clopper, P.E. (2012). HEC-18 evaluating scour at bridges. 5th ed. [pp. 1-340].
  • Avent, R.R. & Alawady, M. (2005). Bridge scour and substructure deterioration: case study. Journal of Bridge Engineering, 10(3), 247-254.
  • Bolduc, L.C., Gardoni, P., & Briaud, J.L. (2008). Probability of exceedance estimates for scour depth around bridge piers. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, 134(2), 175-184.
  • De Falco, F. & Mele, R. (2002). The monitoring of bridges for scour by sonar and sedimentri. NDT&E International, 35(2), 117-123.
  • Elsaid, A. & Seracino, R. (2014). Rapid assessment of foundation scour using the dynamic features of bridge superstructure. Construction and Building Materials, 50, 42-49.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Lihat Juga Artikel Lainnya