Faktor-faktor penyebab perkembangan infrastruktur yang pesat di Singapura

by | Mar 9, 2021 | Berita Konstruksi | 0 comments

Archives

Cari Berdasarkan Kategori

Recent Comments

Klik Play untuk mendengarkan rangkuman audio dari artikel berikut

[player id=’9663′]

 

Jika berbicara mengenai negara tetangga kita, Singapura, apa yang terlintas dalam benak Anda? Negara yang bersih, teratur, airnya bersih, bandara yang besar dan megah, dan mungin kota teraman di di dunia? Singapura adalah negara kecil yang lebih kecil dari banyak kota besar di seluruh dunia, tetapi telah berhasil membuat sejumlah prestasi di dunia. Salah satu prestasi yang dikenal adalah infrastrukturnya Singapura memiliki infrastruktur terbaik di antara kota-kota top di dunia. Hal ini dinyatakan berdasarkan studi Mercer Quality of Living 2012. Tambahan survei utama Mercer yang berjudul “Peringkat Infrastruktur Kota 2012”, peringkat ini didasarkan kriteria-kriteria utama seperti pengukuran listrik, ketersediaan air, jaringan infokomunikasi, sistem transportasi umum, kemacetan lalu lintas dan efektivitas bandara.

”Pemandangan

Pemandangan Kota Singapura (Sumber Gambar : Photo by Kin Pastor from Pexels )

Stabilitas dan efisiensi infrastruktur perkotaan Singapura mendorong negara ini masuk dalam urutan teratas dan mengungguli kota-kota di Eropa seperti Frankfurt, Munich, Kopenhagen, dan Düsseldorf dalam jajaran 5 besar. Sementara itu Hong Kong, satu-satunya kota Asia lainnya yang masuk dalam 10 besar, menduduki posisi keenam, sama dengan London, diikuti oleh Sydney, Hamburg dan Vancouver.

Singapura mewarisi infrastruktur era kolonial yang unggul dan jaringan transportasi yang berkembang dengan baik. Setelah kemerdekaannya, pemerintah Singapura melakukan banyak upaya dan investasi yang cukup besar. Negara dengan kota kecil ini memiliki jalan raya sepanjang 3.122 kilometer (1.940 mil), 99% di antaranya diaspal.

Pada tahun 1970-an dan 1980-an, pemerintah Singapura membuat terobosan untuk mengatasi meningkatnya jumlah kepemilikan mobil pribadi, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas dan meningkatnya polusi udara. Pemerintah menginvestasikan sejumlah besar biaya untuk transportasi umum seperti kereta dan bus kota. Peraturan tersebut juga membatasi penggunaan mobil pribadi di jalan raya. Pada tahun 1990-an, sepanjan 83 kilometer (51 mil) area dibangun sebagai rel kereta api dan 11 kilometer (6 mil) dibangun jalan untuk angkutan umum, Hal ini menuaikan hasil yang baik dan karena kebijakan ini, Singapura dipuji karena keamanan, kualitas layanan, dan ketepatan waktu. Pada tahun 1998, pemerintah meluncurkan proyek senilai 1,7 miliar dolar untuk membangun jalur transit baru. Saat itu tercatat 681.924 kendaraan bermotor yang terdiri dari 378.090 mobil, 11.410 bus, 133.382 sepeda motor dan skuter, serta kendaraan lainnya.

Dahulu kala, saat era kolonial, pelabuhan Singapura berperan penting sebagai pangkalan militer dan pelabuhan komersial. Setelah meraih kemerdekaannya, Singapura tetap mempertahankan statusnya sebagai pusat transportasi regional. Pelabuhan Singapura dikatakan sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di dunia dalam hal tonase, sebanyak 140.922 kapal dengan berat pengiriman 858 ton bruto bersandar di pelabuhan tersebut. Singapura juga merupakan tempat yang memiliki kilang minyak terbesar ketiga di dunia dengan kapasitas 1 juta barel per hari (1998). Perusahaan perminyakan besar, termasuk Shell, ESSO, Caltex, British Petroleum, dan Mobil, juga beroperasi di sana.

Pemerintah Singapura juga berinvestasi dalam dunia penerbangan, dan menandatangani perjanjian layanan udara dengan 90 negara, termasuk perjanjian “open skies” dengan Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Brunei Darussalam. Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) yang berperan dalam mengawasi dan mengatur pembangunan di sektor ini. Pada tahun 1999, tercatat terdapat 9 bandara di Singapura, termasuk bandara Changi, yang merupakan bandara terbesar, yang menampung sebanyak 61 maskapai penerbangan dan menangani sekitar 23,8 juta penumpang pada tahun 1998. Hal ini membuat Singapura salah satu bandara utama terbesar di Kawasan Asia.

Layanan telepon disediakan oleh Singapore Telecom (ST) dan diatur oleh negara. Negara ini memiliki 54,6 juta sambungan telepon dan 1,02 juta telepon seluler pada tahun 1998. Pemerintah telah berupaya untuk mengakhiri monopoli ST dengan menjual sekitar 7 persen sahamnya ke perusahaan swasta pada tahun 1993 dan pada tahun 1997. Pada tahun 1998, terdapat 8 penyedia layanan Internet di negara ini.

Pertumbuhan ekonomi Singapura selama lebih dari 50 tahun terakhir telah membuat ekosistem infrastruktur yang kuat dalam berbagai bidang seperti penataan proyek, manajemen, pembiayaan dan investasi.

Sekian dari penjelasan singkat mengapa Singapura adalah negara yang berkembang pesat dari segi infrastruktur. Singapura banyak melakukan investasi-investasi penting dalam jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakatnya. Investasi yang dilakukan memang mahal, namun penting untuk dilakukan untuk meningkatkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja, memberi manfaat bagi masyarakat Singapura, serta untuk mencapai masa depan yang sejahtera.

Selain itu, Singapura juga cukup pintar berinvestasi dalam hal sumber daya. Mereka tahu bahwa sumber daya nasional mereka terbatas, dan perlu investasi dengan cermat untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara bijaksana, dengan menyeimbangkan berbagai prioritas. Untuk pengeluaran infrastruktur, investasi dimaksudkan untuk jangka panjang dan ditargetkan untuk mempersiapkan Singapura di masa depan. Singapura mampu melakukan ini karena mereka memgang prinsip utama kesinambungan fiskal yakni pengeluaran hanya sesuai kemampuan negaranya, sambil memberikan masa depan yang lebih baik bagi rakyatnya.

Berikut sebuah video dokumentasi mengenai Singapura. baca juga bedah konstruksi

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Lihat Juga Artikel Lainnya