BEDAH PROYEK : GEDUNG EMPIRE STATE, AMERIKA

by | Nov 12, 2020 | Bedah Proyek | 0 comments

Archives

Recent Comments

Klik Play untuk mendengarkan rangkuman audio dari artikel berikut

 

Jika Anda pernah atau berencana akan mengunjungi kota New York, Amerika Serikat, Gedung Empire State paling tidak harus ada dalam bucket list tempat-tempat yang harus Anda kunjungi selama disana. Mengapa tidak? Salah satu ikon andalan kota New York adalah gedung Empire State ini. Terkenal dengan ketinggiannya yang memecahkan rekor dan gaya Art Deco yang canggih, Empire State Building adalah salah satu bangunan terkenal di Kota New York.

 Gedung Empire State, Amerika

Gedung Empire State, Amerika (Sumber Gambar : By Sam valadi, Wikipedia.org)

Menara Eiffel, berukuran 984 kaki, dibangun di Paris pada tahun 1889. Dibangunnya menara Eiffel seolah-olah mengejek arsitek Amerika. Prestasi Prancis dalam membangun menara Eiffel menantang orang Amerika untuk membangun sesuatu yang lebih tinggi, dan pada akhirnya berujung pada awal dari perlombaan pencakar langit besar di abad ke-20.

Sebelum Empire State Building, terdapat beberapa jajaran menara tinggi Amerika Serikat termasuk Metropolitan Life Tower setinggi 700 kaki yang dibangun pada tahun 1909, diikuti oleh Gedung Woolworth setinggi 729 kaki pada tahun 1913, dan terakhir Gedung Bank Manhattan setinggi 927 kaki pada tahun 1929.

 

Proses pembangunan Gedung Empire State

 

Jakob Raskob, mantan wakil presiden General Motors, bersama dengan rekan-rekannya membeli parsel properti ke-34 pada tahun 1929 seharga $ 16 juta kemudian beliau menyewa arsitek William F. Lamb, dari perusahaan Shreve, Lamb and Harmon, yang menyelesaikan gambar asli mereka untuk Empire State Building hanya dalam dua minggu. Raskob dan Al Smith adalah duo dibalik gagasan berdirinya gedung Empire State.

 Gedung Empire State pada masa konstruksi

Gedung Empire State pada masa konstruksi (Sumber Gambar : Wikipedia.org)

Bangunan itu dibangun antara tahun 1929 dan 1931, dan biaya pembangunannya adalah $ 40.948.900. Konstruksi dimulai pada tahun 1930, dan pembukaan diadakan pada tanggal 1 Mei 1931. Gedung ini dinyatakan gedung tertinggi di dunia, menggeser posisi gedung Chrysler ( 1929) sampai tahun 1967 dan gedung pencakar langit tertinggi di dunia selama lebih dari 40 tahun. Setelah itu diambil alih pada tahun 1972 oleh menara World Trade Center.

Setelah selesai, dengan mudah melampaui para pesaingnya, menaikkan pamor kota New York yang memiliki gedung tertinggi. Selain perawakannya yang mengesankan, kecepatan konstruksinya juga belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini juga cukup memberikan kesan yang luar biasa, karena dalam proses pembangunannya terjadi beberapa kendala seperti pasar saham jatuh, pada bulan Oktober 1929, dan fenomena Great Depression. Namun hal itu tidak mematahkan niat didirikan gedung ini. Solusi yang dilakukan adalah para pembangun berinovasi dengan cara yang menghemat waktu, uang, dan tenaga. Secara keseluruhan, bangunan ini selesai hanya dalam 410 hari, hampir tiga bulan lebih cepat dari jadwal. Wah, cepat sekali ya?

Terlepas dari awal yang tidak mengenakan, sampai pada akhirnya diturunkan dari rekor dunia yang dibangunnya, Empire State Building tetap dikenal sebagai ‘jantung’ abadi Kota New York bagi dunia dan warga New York sendiri. Observatorium terletak di lantai 86 dan 102, dan platform pengamatan kecil di lantai 103. Observatorium adalah spot yang tidak pernah sepi. Tiap tahunnya jutaan pengunjung berdatangan dan mulai tahun 1994, ide kreatif mulai dicetuskan dalam bentuk kontes tahunan yang menawarkan pasangan kesempatan untuk memenangkan upacara pernikahan eksklusif pada Hari Valentine di observatorium lantai 86.

Tak lama setelah menara World Trade Center didirikan pada awal 1970-an, seorang arsitek di perusahaan Shreve, Lamb dan Harmon membuat skema yang memungkinkan Empire State Building mempertahankan mahkotanya sebagai gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Rencana yang diusulkan meminta menara 16 lantai gedung itu dihancurkan dan diganti dengan bagian atas baru yang akan menambah ketinggiannya menjadi 113 lantai dan 1.495 kaki. Jika selesai, renovasi akan membuat Empire Building lebih tinggi daripada World Trade Center dan Sears Tower yang saat itu sedang dibangun. Namun gagasan itu dengan cepat dibatalkan karena masalah biaya dan keluhan bahwa hal itu akan menghancurkan tampilan ikon bangunan itu.

 

Gedung Empire State dan pengaruhnya dalam dunia hiburan

 

Selain itu banyak juga film-film yang menggunakan lokasi gedung Empire State dalam adegan mereka seperti Sleepless in Seattle, Elf, An affait to remember, The Amazing Spider-Man dan masih banyak lagi. Dari dek observasi, pengunjung dapat melihat sejauh 80 mil ke New York, New Jersey, Connecticut, Pennsylvania, dan Massachusetts pada hari yang cerah. Terpong khas Empire State yang mungkin biasa Anda lihat di televisi atau film dibuat oleh perusahaan Tower Optical. Lampu menara dimatikan pada malam berkabut selama musim semi dan musim gugur dan migrasi burung, karena jika tidak dimatikan, burung akan masuk kedalam gedung. Lagi, pencapaian yang dicapai oleh gedung ini adalah memiliki sertifikasi Kepemimpinan dalam Desain Energi dan Lingkungan (LEED) tertinggi di Amerika Serikat. Namun dibalik prestasi yang dituai, banyak sisi gelap dari gedung tinggi ini, karena banyak juga kasus bunuh diri yang dilakukan pengunjungnya.

Pengunjung yang hendak menikmati keindahan kota New York dapat naik ke dek observasi Empire State Building. Jam operasional Emprie State adalah dari jam 8 pagi hingga 2 pagi, tujuh hari seminggu, dengan biaya 18 dolar Amerika Serikat untuk tiket dewasa. Harga tiket sudah termasuk ke lantai observatorium. Lantai 102 juga dapat diakses, tetapi dengan biaya tambahan 15 dolar Amerika Serikat. Anda dapat menikmati pemandangan secara gratis dengan kamera web resmi Empire State Building. Bagaimana? Setelah mempelajari sedikit mengenai Empire State, apakah gedung ini akan masuk dalam daftar tempat yang ingin Anda kunjungi?

 

Baca juga bedah proyek

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Lihat Juga Artikel Lainnya